Perasaan mau ejakulasi mulai terasa. Bokepindo Tanpa kompromi, senjataku mulai siaga. Terlihat sedikit rasa terkejut di tubuhnya.“Oooh.., kok tambah gede Mas, masukkannya pelan-pelan ya Mas..!” pintanya.Kemudian secara naluriah, Viena merenggangkan kakinya dan menunggingkan pinggulnya ke arahku agar benda yang dikelilingi urat-urat menonjol tersebut dapat terselip lebih dalam di pinggulnya. Dia sedikit menggelinjang. Aroma khas yang keluar dari vaginanya membuat hasratku semakin bergelora. Perasanku tambah tak karuan saat melihat bibir vaginanya yang tebal.Kusentuh bagian tersebut, lalu kukuakkan belahannya. Dengan sekali sentakan, celana tersebut berhasil kulepaskan.Sekarang pingulnya yang montok benar-benar bebas dari penghalang. Anak itu sangat manis dan lincah. Gerakan maju mundurku hanya berselang beberapa menit, terus kulepaskan rangkulanku terhadapnya.Kini tubuh wanita itu kubopong ke tempat tidur. Wajahnya mirip Ida Iasha. Hisapan demi hisapan kulakukan tak ubahnya seperti mengecup bibirnya.Sementara itu tangan Viena membelai rambutku. Tanpa basa basi lagi, kukecup pipinya dengan lembut.Gerakan pinggulku kuhentikan ketika tangan kanan Viena berusaha meraih senjataku yang menempel di pinggulnya.




















