Cinta berdecak kagum dengan harga kamar hotel yang tertera di brosur. “Yakin? Bokeb “Gak masalah, kali gitu Om tunggu jam 6 Oke?”. Dibalik kaos itu Rido bisa dengan bebas merasakan seluruh kelembutan kulit tubuh Cinta. Cinta sedikit berbisik, kemudian berjalan menjauhi kekasihnya. “Loh terus?”, Om Ridwan terheran. Cinta berjalan mendekati kekasihnya tersebut. Cinta terkesan.“Oke sudah, yuk kita ke kamar”. “…Dan soal kamu, Om sudah dengar langsung dari Om Rudi”. Di hotel itu Cinta sedang menunggu laki-laki yang memiliki cukup modal untuk memenuhi persyaratannya. “Iya nih, Feli juga lagi sibuk bimbingan terus”.“Gitu deh Om, soalnya pembimbing Cinta agak sedikit killer orangnya”. Keduanya kini sepertinya ada di dalam posisi yang sama. “Oke..”. Entah apa yang mendasari ia menjalani profesi ini. “Halo”. Tatapan laki-laki itu masih ke arah yang sama seperti saat tadi pertama kali ia memergokinya.




















