Kami masih bicara ke sana ke mari, sampai akhirnya kami merasa mengantuk. Tekan yang cepat dan kuat.. Bokep Cina Aku tidak biasa..”. Kutekan pantatku perlahan namun penuh tenaga. “Della, belum tidur kan?” “Eh.. Anto.. Aku masuk, kini barangnya gantian berantakan di atas kursi. Ia terkejut dan dengan halus menarik tangannya.Sekilas kulihat jarum pendek sudah melewati angka sembilan. Aku tidak menanyakan statusnya. Dia menatapku lagi seakan-akan minta perlindungan. “Kerja di mana sih?” Pertanyaanku mulai menjurus hal-hal yang personal. Saya Della,” katanya sambil mengulurkan tangan. Kulepaskan seranganku sebentar karena aku merasa jalan tol sudah terbuka di depanku, sekarang tinggal tunggu saat yang tepat saja untuk memacu mobilku. Karena sudah tidak ada tempat duduk lagi maka aku duduk diatas ranjangnya. “Aah.. Aku sendiri belum hafal Kota Jakarta.Apalagi malam hari. “Pantas bajunya bau obat,” aku kelepasan bicara.Aku baru sadar setelahnya. Aku setengah terkejut dan kesadaranku masih belum pulih ketika roda pesawat sudah menyentuh landasan.




















