Dan ku buka satu demi satu hingga meninggalkan beberapa kancing bagian bawah yang tetap terpasang. Matanya terkatup, cantik sekali dia malam ini. Bokep STW AKu sangat kaget ketika tangannya menarik kaosku ke atas, melewati mulut kami yang tengah beradu, kemudian ciumannya turun ke leherku dan ke dadaku. “Kamu sakit Sell?”
“Nggak kak” lemah sekali bicaranya
“Kenapa kamu murung, ada masalah?”
“ah nggak kok” Sella mencoba tersenyum walau aku lihat tidak bisa menutupi kemurungannya. AKu lihat Rina manis juga, berjilbab lebar sama dengan Sella, walau tidak secantik Sella, Rina bisa juga dikatakan high quality. Saat istirahat ku coba dekati. Tangan kananya meraih belakang kepalaku dan menekankan kepalaku agar semakin menempel di lehernya, sedangkan tangan kirinya mendekap punggungku. “Mangganya manis…apalagi sambil lihat kamu” aku memancing. Rintihan tak pernah berhenti keluar dari mulutnya. “terima kasih Dok..eh kak, nanti merepotkan, teman-temanku makannya banyak lho” sahut dia sambil tetap menundukkan kepalanya.




















