Ia terangsang sekali. Lumayan banyak belanjaan kami. Film Porno Denger dari mama kamu katanya kamu itu sering dikirimi surat cinta”“Iya, waktu SMA. Hari itu juga jantungku berdebar. Ha? Penisku yang menegang menyembul keluar dari CD. Sesak hingga aku tak bisa berpikir lagi mbak, rasanya sakit sekali ketika aku harus membohongi diri kalau aku cinta ama mbak”, kataku.“Wan, aku ini bibimu”, katanya.“Aku tahu, tapi perasaanku tak pernah berbohong mbak, aku mau jujur kalau aku cinta ama mbak”, kataku sambil memeluknya dari belakang.Lama kami terdiam. “Saya pijetin ya mbak, sepertinya mbak capek”.“Makasih, nggak usah ah”“Nggak papa koq mbak, cuma dipijit aja, emangnya mau yang lain?”Ia tersenyum, “Ya udah, pijitin saja”Aku memijiti pundaknya, punggungnya, dengan pijatan yang halus, sesekali aku meraba ke bahunya. Panjang ceritanya. Ha? Masuk, sedikit demi sedikit dan bless….Masuk semuanya. Saat itu sedang ada sinetron.“Nggak tidur Wan?”, tanyanya.“Masih belum ngantuk mbak”, jawabku.Aku duduk di sebelahnya.




















