Selesai mandi, aku mengeringkan tubuhku sambil memastikan tak ada tanda tanda aku baru saja bermain sex dengan mereka. Bokep Montok Aku langsung sadar, teringat kemarin memang aku menjanjikan hal ini. Ia segera menarik penisnya lepas dari vaginaku dengan tergesa gesa, dan segera membenamkan penisnya dalam mulutku.Segera semprotan spermanya yang juga terasa asin dan gurih, membasahi kerongkonganku. Wawan yang paling duluan pulih, namun sesuai janji mereka, ini hanya satu ronde. Kini Wawan menuruni tangga, rupanya hendak mengajak rekannya kemarin untuk bersama sama menikmati tubuhku.Gawat juga nih. Setiap langkahnya di tangga membuat penisnya memompa vaginaku, dan aku orgasme ringan hingga cairan cintaku mengalir semakin banyak, seharusnya membasahi paha Wawan, yang terlihat senang senang saja. “Nggggh.. Bajuku masih melekat, walaupun tanpa bra. Beberapa menit setelah aku orgasme, Wawan tak tahan lagi. Sekarang sudah jam 10, aku biasanya berangkat jam 11:30. Lagian aku tadi masih belum sadar benar, bangun bangun ada orang lain di kamarku, kukira aku sedang diperkosa rampok tau!”, kataku ketus.




















