Setelah cukup apa yang kami cari, Robby mengusulkan singgah mandi dulu ke sungai yang tidak berapa jauh dari tempat kami berada. Akhir Desember kami menikmati pergantian tahun baru di rumah saja. Bokepindo Seperti dihipnotis, kami menurut saja. Aku katakan bahwa aku sudah sangat lelah dan hari sudah menjelang gelap. Robby yang pandai berenang segera menjemput Wulan, lalu menariknya dari air menuju tepi sungai. Yang dia lakukan hanya menangis terisak-isak.Doni melepaskan telapak tangannya dari mulut Wulan karena dia merasa Wulan tidak akan berteriak lagi. Tubuhnya mulus, dan buah dadanya sangat montok. Sambil mengumpulkan ranting, kami membicarakan apa yang sedang dilakukan Fadli dan Lia di dalam tenda. Wulan kami suruh duduk di atas tebing dan jangan sekali-kali mengintip kami.Ketika sedang asyik-asyiknya kami berkubang di air, tiba-tiba kami mendengar Wulan menjerit karena terjatuh dari atas tebing.




















