Ibu Virni harus pergi mengajar hari itu dan sorenya baru bisa kujemput.Sore telah tiba, Ibu Virni kujemput dengan mobilku. Lamunanku buyar ketika Ibu Virni memanggilku.“Kenapa Nova”“Ah.. Bokep Jilbab/Hijab Tanganku naik ke dadanya dan meremas kedua bukit dadanya. Tergesa aqu membuka semua pakaianku, dan kemaluanku yang tegak teracung ke langit-langit, kubelai-belaikan di pipi Ibu Virni.“Mmmhh…, mmmhh.., ooohhm..”. Kemerahan dengan klitoris yang besar sesuai dengan dugaanku. Tangan Ibu Virni meremas jok mobilku dan pinggulnya bergetar ketika bibir kemaluannya kucumbui. Lalu tangannya menyentuh celanaqu yang menonjol akibat gagang kemaluanku yang ereksi maksimal, meremas-remasnya beberapa saat. Sampai mau remuk tulang-tulangku”.“Tapi kan nikmat Bu..”, jawabku sambil kembali meremas buah dadanya yang menggemaskan.“Ya deh kalau lelah. Setelah dia orgasme sampai dua kali, kita istirahat.“Lelah?”, tanyaqu.“Kamu ini aneh-aneh saja. Sekarang Ibu Virni yang di atas”, kataqu sambil mengatur posisinya.Aqu terletang dan dia menduduki pinggangku. Kita makan di mall dan kita pun beranjak pulang menuju tempat parkir. Semula Ibu Virni seperti akan memberontak dan melepaskan diri, tapi tak kubiarkan.




















