Kurapatkan dadaku pada punggunya hingga bergesek. Bokep JAV “Mbak, jangan nyubit lagi Mbak, ampun Mbak..”, katau meminta belas kasihannya. Dengan serta merta ditariknya celana pendek dan celana dalamku sekaligus disertai hembusan nafas beratnya yg makin menggebu. Setiap hal penting yg muncul dari bayanganku kutulis dalam jurnal. Seusai mengulang dan merubahnya hingga kurasa cukup, kuhentikan kegiatanku tersebut. emangnya kenapa Mbak?”, tanyaku
“Sudah jam berapa ini? Beberapa data yg masih kurang demi kelengkapan data kucatat dalam jurnal kerjaku. Kamu tdk akan bisa membuat wanita senang dengan cara ngobrolmu yg seperti itu.”, nasihat Indah padaku. Beberapa saat kemudian tubuh Indah bergetar seiring dengan klimkaksnya. Mbak.. Beberapa langkah alternatif untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terburuk muncul dan ikut kucatat. gitu ya, jangan harap aku mau membatumu lagi ya”, katanya dengan nada bergurau.




















