Kamu hebat Ren.. Bokep Family “Mbak juga hebat, vagina Mbak sempit, legit dan harum lagi.” Ucapku. Kuusap sesekali vaginannya, masih terasa basah. Sedangkan pinggulku pun terus menerus bergerak maju mundur dengan cepat dan goyangan pinggul Silvi yang semakin liar.“Ren.. “Tubuh Mbak harum sekali”, kataku sambil mencium lehernya yang putih dan jenjang.Silvi menggeliat dan mendesah ketika lehernya kucium, mulutku pun naik dan mencium bibirnya yang mungil dan merah merekah. Akupun berbalik dan menutup gorden jendela yang memang masih terbuka.Ketika gorden kututup, kudengar pintu kamar mandi terbuka. Desahan Silvi pun makin terdengar. “Penis kamu masih keras Ren?” tanya Silvi sambil memutar pinggulnya. “Penis kamu masih keras Ren?” tanya Silvi sambil memutar pinggulnya. Setelah aku menutup gorden akupun berbalik. Aku berhenti mencium lehernya sebentar untuk melihat tubuh wanita yang akan kutiduri sebentar lagi, karena aku belum pernah tubuh Silvi tanpa seutas benang sedikitpun.




















