Aku selalu duduk persis di depannya. Andai saja roknya tersingkap lebih tinggi dan kedua lututnya lebih terbuka, tentu akan sanggup kupastikan apakah bulu-bulu halus yang tumbuh di lengannya juga tumbuh di sepanjang paha hingga ke pangkalnya. Bokep Colmek Telapak kaki kirinya menginjak bahuku. Sebagai atasan baru, ia sering memanggilku ke ruang kerjanya untuk menjelaskan overbudget yang terjadi pada bulan sebelumnya, atau untuk menjelaskan laporan mingguan yang kubuat. Bagian mana yang akan kamu cium?”“Betis yang indah itu!”“Hanya sebuah ciuman?”“Seribu kali pun saya bersedia.”Mbak Lia tersenyum manis. Sebelah lututku menyentuh karpet. Rongga dadaku mulai terasa sesak. Kedua bibir kewanitaannya kuhisap-hisap bergantian.Kepala Mbak Lia terkulai di sandaran kursinya. Dan..,” sesudah menarik nafas panjang, kukatakan alasan sebenarnya.“Saya juga sering menduga-duga, apakah kaki Mbak juga ditumbuhi bulu-bulu.”“Persis menyerupai yang kuduga, kamu niscaya berkata jujur, apa adanya,” kata Mbak Lia sambil sedikit mendorong kursinya.“Agar kamu tidak ingin tau menduga-duga, bagaimana kalau kuberi kesempatan memeriksanya sendiri?”“Sebuah kehormatan besar untukku,” jawabku sambil membungkukan kepala, sengaja sedikit bercanda untuk mencairkan pembicaraan yang kaku itu.“Kompensasinya apa?”“Sebagai rasa hormat




















