“Emang punya suami Bu Evi seperti apa?” tanyaku. Aku tahu goyangan itu bukan sekadar ingin memberikan kepuasan untukku, tapi juga mencari kepuasan untuknya sendiri. Link Bokep Kami bukan ABG lagi. Yang jelas batang kemaluanku sedang enak-enaknya mengenjot vagina teman bisnisku ini. Dan batang kemaluanku yang masih terbenam di dalam vaginanya, terasa mengeras lagi. Tak lama kemudian Bu Evi sudah duduk di sampingku, di dalam sedan yang kukemudikan sendiri.Obrolan kami di perjalanan hanya menyangkut masalah bisnis yang ada kaitannya dengan Bu Evi. Tapi enaknya luar biasa.Dalam tempo singkat saja keringatku mulai bercucuran. Lalu aku menggulingkan badannya sambil kupeluk erat-erat, tanpa mencabut batang kemaluanku dari dalam vaginanya yang sudah orgasme kesekian kalinya.Bu Evi memejamkan matanya waktu aku mulai mengenjotnya lagi dengan posisi dia di bawah aku di atas. Suasana sunyi sekali. Tapi aku sengaja ingin melakukan pemanasan selama mungkin, supaya meninggalkan kesan yang indah di kemudian hari.Setelah puas mengemut puting susu Bu Evi, bibirku perlahan turun ke arah perutnya, menjilati pusarnya, lalu turun ke bawah perutnya.




















