Segera kupeluk tubuh Okta, dan kugenggam tangannya erat.Kubiarkan Okta menikmati orgasmenya. Okta diam saja. Bokep Jilbab/Hijab Sssh.. “Iyha aku sudah sampai, aku langsung kesitu” jawabku bersemangat. Malu sekali rasanya saat itu. Okta sepertinya mengerti karena dia segera mengubah posisi duduknya sehingga memudahkanku untuk memeluknya. Nanti gantian deh , pinta Okta. Arman..Aku keluar, desahnya. ah.. Uuh, nikmat sekali rasanya.. Dia diamkan lagi Penisku di sana beberapa saat. Okta sepertinya mengerti karena dia segera mengubah posisi duduknya sehingga memudahkanku untuk memeluknya. Arman, buka BH gua dong, pinta Okta. Kamu nanti tidak kesakitan?, tanyaku kepadanya. Arman, kumasukan ya punyamu?, tanya Okta. Aku sudah tak bisa menguasai diri lagi. Ya, kalau Aku yang ngontrol sih, gak sakit, kata Okta. Ohh.. Ia menggeleng pelan. Lalu kuusap lembut rambutnya. Pake tangan aja yah, Okta.., Aku berusaha menolak dengan halus.




















