Akhirnya aku mengerti, rupanya Mbak Viona tahu kalau aku diam-diam sering memperhatikan dia.“Yah .. Bokep Mom Setelah itu mulai kugoyang-goyang pantatku pelan-pelan sambil kupejamkan mata. Sementara lidahnya beraksi di sana, tangan kanannya mengusap-usap kepala rudalku dengan lembut. Dan bus pun sudah mulai masuk terminal., Belum sempat aku membalas ciumannya, Mbak Viona sudah bangkit dan bergeser ke samping. Kupelankan lagi, dan Mbak melepas tangannya dari tanganku. Langsung kupeluk dia dari belakang tepat di depan pintu kamar mandi. Nggak berani terus-terang mandang langsung?”Aku berpikir sejenak mencerna maksud pertanyaan Mbak Viona itu. Aku makin bersemangat saja, mulutku makin rajin menggarap toketnya sebelah kanan dan kiri bergantian. Kukulum, kumainkan dengan lidah dan kadang kugigit kecil. Mbak Viona menghentikan gerakannya, tangannya menekan dadaku cukup kuat sambil kepala menggeleng, seperti melarangku melakukan aksi sodok itu.Hal itu terjadi beberapa kali, yang sebenarnya membuatku agak kecewa, sampai akhirnya Mbak Viona membuka matanya, tangannya mengusap kedua mataku seperti menyuruhkan memejamkan mata.




















