Kudapati Ibu persis di depan pintu dengan daster biru toska. Tak ada lagi senyum yang selalu menghiasi bibirku. Bokep Jepang Ibu memelukku. Aku tak bisa berkata-kata lagi dan kupeluk tubuh Ibu dengan erat. Tak tega rasanya membangunkan ibu untuk menemaniku membereskan sisa-sisa perjamuan, segera kuangkat tubuh ibu menuju kamar. Ujar Ibuku sambil menelan ludah karena bernafsu.Kan aku punya keturunan Belanda dari Ibu makanya penisku jadi gede kayak gini. Lelah rasanya berbelanja hampir seharian, tapi karena bersama dengan Ibu semuanya tergantikan. Ibu senang mandi air hangat saat pagi, apalagi sehabis capek seperti ini. Ibu akan punya anak. Aku ikut rebah di sampingnya. Tanpa sungkan Ibu menanggalkan baju dan celana bahan spandex yang tadi dipakai berbelanja. Nggak ada apa-apa kok, BuIbu duduk disebelahku lalu merebahkan tubuhnya. Di sela-sela sodokanku yang makin keras dan dalam ke dalam rahim Ibuku tiba-tiba ia memeluk tubuhku dan merapatkan pinggulku pada pinggulnya. Kataku sambil terus berusaha memasukkan seluruh penisku ke dalam vaginanya.Tahu aja kamu Man, kalo gak minum jamu rapet mana mungkin Ayahmu bakal setia




















