Soal Miranda.”Nabila membelalak tanpa berkata apa-apa. Link Bokep Aqu nggak heran. Liidah mereka berdua saliing menjelajah, tetap sepertii menemukan hal-hal baru meski keduanya sudah berkalii-kalii berciiuman.“Beresiin dulu nggak?” goda Miranda.“Nggak usah, kan mau dilanjutiin?” Putra menanggapii.Detiik beriikutnya Miranda didorong sehiingga telentang, kedua pergelangan tangannya ditahan kedua tangan Putra, kedua lutut Putra mengepiit kedua pahanya.“Aqu kan masiih dua harii lagii pergiinya, sayg,” kata Putra pura-pura tak butuh.“Biiariin aja… Mas…” Putra menonton Miranda menggiigiit biibiir kemudian kembalii berkata.“Mas aqu pengen…”Putra enggak perlu dimiinta lagii. Nabila tak diam saja, dia mendesakkan bokongnya meniikmatii ereksii Kriis.“Haa… haaahhh…” Biibiir merah Nabila menganga, mengeluarkan suara-suara penuh nafsu.Tangannya mencengkeram sepraii. Beberapa waktu lalu, Miranda sempat memberiikan serviis ‘mandi kuciing’, dan Miranda baru menemukan bahwa Putra punya point sensiitiif di sana. Kepalanya terasa agak berat sesudah dia mendengar jawaban Nabila.“Miranda, sedang apa kamu?”Tetapi dia tahu sebagiian penyebabnya adalah diriinya sendirii. Nggak banyak awewe yg Mamang cobaiin tetapi udah ada bakat buat nerusiin iilmu Mamang.”“Hehehe… Biilang aja waktu tersebut Mang ketiipu soalnya aqu ga mempan digendam… Gapapa




















