Sore setelah pulang sekolah, dan malam sebelum tidur.Nggak usah, Bi. Film Porno aku berbohong. Sambil mengunyah, pikiranku penuh dengan rencana-rencana agar bisa meniduri bibi malam ini. Aku tetap diam. Bener kata pamanmu. Dan bibi ikut tertawa sambil mencubit pipiku.Suatu hari, ketika aku tak sengaja menggaruk kontolku waktu mau mandi, bibi berkata, Tuh lihat, pasti bulunya sudah banyak. Ketika semua mencemooh, pamanlah yang berusaha menenangkan hatiku. ini aku juga heran, sehabis moncrot, aku pasti capek.Mengangguk mengerti, bibi pun melenggang keluar. Wah, keponakanku sudah mulai dewasa ya? kudengar bibi berguman. Mataku lebih suka memandangi paha bibi yang putih mulus karena kain dasternya sedikit tersingkap.Atau dia sengaja menyingkapnya? Sebenarnya paman menyayangi semua keponakan, tapi perasaanku mengatakan, aku jauh lebih disukai dibanding anak-anak lain. Hmm, benar-benar timing yang pas.***Senin subuh, paman berbisik saat bibi berada di kamar mandi. Bisa kulihat gundukan payudaranya yang begitu mengkal dan menggoda. Tanpa melepas penis, kutembakkan pejuhku ke mulut rahim bibi.




















