Itu pun tidak lama, karena setelah pelayan pergi suasana kembali seperti semula. Laki-laki itu duduk di pojokan. Bokep HD “Pak Burhan Om”.“Oh Pak Burhan, Om kenal baik tuh sama dia nanti Om bantu deh biar kamu bisa cepet bimbingannya”. Khusus untuk ‘aktifitas’ yang satu ini, mungkin tidak satupun dari sahabat Cinta yang akan pernah menyangkanya. “AAHH..!!”.Kocokan Rido itu mendadak berhenti ketika terdengar suara nada ponsel. “Udah lama Cinta pengen punya Tablet PC *** baru, Om bisa beliin?”. Belum lagi kerutan-kerutan di wajahnya menambah kesan ‘tua’ tersebut. Seperti layaknya ‘klien’ berumur lainnya, Om Rudi tidak sejago bicaranya ketika beradu diatas ranjang. Ia ada janji yang harus dipenuhi sore itu.*************
Cinta turun dari taxi dan berjalan masuk ke dalam cafe. “Bu-bukan gitu Ta, bukan.. “Ini Om..”, Cinta memutar laptop tersebut sehingga dapat dilihat oleh Om Ridwan.Sejenak Om Ridwan tenggelam membaca secara serius skripsi tersebut. “Terus gimana dong Om?”. Beberapa saat yang lalu Rido telah dua kali merasakan kehangatan tubuh Cinta, namun baginya itu tidak akan pernah cukup.




















