Setengah mati Ayah dan Ibu membujuk serta menghiburku. Aku benci dengan semua orang yang bahagia melihat Mbak Indri diambil orang lain. Bokep Jepang “Bobby”, sahutku tetap dengan nada bangga.Tante Maya meminjamnya sebentar untuk berjalan-jalan. Linda memandangi tubuhku dan kepala sampai ke kaki. Perhatiannya padaku malah semakin bertambah besar saja. Linda mengambil tanganku dan menaruh di dadanya yang membusung padat dan kenyal.Dia membisikkan sesuatu, tapi aku tidak mengerti dengan permintaannya. Saat itu aku merasakan sebelah tangan Linda menjalar ke bagian bawah perutku. “Aku…, Apa yang harus kulakukan?” tanyaku tidak mengerti. Tapi aku diam saja, malah menatap wajahnya yang cantik dan begitu dekat sekali dengan wajahku. Meskipun malam itu Linda mengenakan rok yang panjang, tapi belahannya hampir sampai ke pinggul. Dan jarak usia antara kami cukup jauh juga. Tapi Linda tampaknya juga tidak peduli. Lalu dia menuntun dan membawanya ke pembaringan. Aku memang paling suka kalau dipuji.Oh, ya…, Nanti malam kamu datang…”, ujar Tante Maya sebelum pergi. Bahkan Mbak Indri menjanjikan macam-macam agar aku tidak terus menangis.




















