Sesekali aku berhentyi melantunkan mushafku dan menjawabnya seperlunya, lalu kulanjutkan. Bokepindo 3. Sebulan yang lalu beliau sakit gara-gara kehujanan saat menjemputku beliau kehujanan. Hah kupandang bapak dengan harapan beliau mau mengantarku ke stasiun kota Sidoarjo yang lebih besar dari stasiun Tanggul Angin. Ah entahlah. Dara atau tidak, Aku kembali menebarkan transmitter gaynergeik. Aku harus waspada. Angin berhembus kencang, membawa uap dingin yang tertahan di awab. kekasih deng dong! Coba kita fikirkan dengan matang: mana ada orang ketemu sekali langsung ML? dasar munafik! Dara atau tidak, Aku kembali menebarkan transmitter gaynergeik. Aku masih belum bias percaya ini terjadi, but inilah kenyataan.Kisah ini terjadi ketika aku berangkat ke Surabaya setelah satu bulan liburan akhir semester di kampong halaman. Aku tertembak tepat di jantungku. Egosi dan merugikan banyak orang. Ngapan dia tanya2 tentang HP dan ringtone segala? Dengan kekayaannya, kurasa bapak sudah mampu untuk berhaji bersama ibu. Nafask tertahan, beradu dengan nafasnya. perlu kusebutkan namanya? Aku terdiam merapalkan mantra keselamatan: kul audzu birobbinnas . Aku terbuai nikmat dunia. Aku tersenyum




















