“Mau.. Istriku hanya memperhatikan, tidak ada komentar. Bokep Kini dia mulai menimpali walau agak malu-malu. Akhirnya seluruh berat badanku kuhempaskan ke tubuh mungil itu. Tampaklah dua bibir yang mengapit lembah cintanya dihiasi bulu-bulu tipis. Akhirnya dengan wajah memohon ia berkata, “Buka dong kacanya..†Segera aku sadar dengan keadaan dan refleks membuka kaca jendelaku. Aku sudah menganggap ia sebagai istriku saja. mau Masâ€, katanya. Kedua tangannya kini ternyata sudah berani membalas memelukku. Aku menghentikan cumbuanku sejenak kemudian meminta tamu istimewaku untuk mengambil photo dengan kamera digital yang selalu kami bawa. Istriku akhirnya tahu kalau maksudku yang utama hanyalah ingin ‘berkenalan’ dengannya. “Gimana mau?†tanyaku kepada gadis itu. Meluncurlah kata-kata standar yang ia ucapkan setiap kali bertemu calon pembeli.




















