“Aku tak suka.”
Tapi seolah tak mendengarku, jemarinya meraih batang kemaluanku. Ia meraih tangan kananku, dan meletakkannya di permukaan bulu kemaluannya. Bokep Mom Benar rupanya, kau tak bisa berdansa.”
Aku mendengus malu. Kutolehkan kepalaku dan meraih bibirnya. Bagaimana aku tidak merasa lucu?” Aku ikut tertawa juga mendengar pemikirannya tentangku. “Hey, jangan kasar-kasar.”
“Maaf..maaf…,” ucapku terbata-bata. “Maaf, aku hanya menggoda.”
“Jangan lagi.”
“Tentu tidak,” sahutnya. Tangan kirinya menekuk ke dalam, sementara tangan kanannya terangkat, persis sikap menghormat bangsawan-bangsawan Eropa. Tak berapa lama kemudian aku sudah duduk dalam keadaan telanjang bulat. Katanya, “Mungkin. Aku bukan anak kecil, ucapku dalam hati, aku orang dewasa. Aku berjumpa dengannya di resepsi pernikahan sahabatku, kurang lebih empat jam yang lalu. Paul Anka? Kupandang ia dengan hasrat yang menggebu. “Kamu lucu.”
“Hey !” protesku. Masih kudengar ia tertawa di belakangku. Kubalikkan tubuhku dengan kesal, lalu melangkah kembali ke sofa. Kupikir akulah si keledai dungu itu, yang mengaku sudah pernah bercinta, ternyata seperti anak kecil di atas tempat tidur.




















