Segera aku angkat gagang telephone, namun sebelum sempat memutar nomer telephone-nya, perasaan ragu-ragu menggugurkan keinginanku dan aku meletakkannya kembali ke atas pesawatnya.Bagaimana kalau ia sedang bersama orang lain saat ini? Indo bokep Oocchh..”, aku berhenti sejenak.Tanganku tetap bergerak-gerak di bawah sana melakukan aktifitas seperti yang aku ceritakan kepadanya.Udara dingin menyebabkan aku harus menyelimuti badanku, tetapi sentuhan selimut di atas kejantananku yang hanya tersaput celana dalam tipis ternyata berdampak lain. Perlahan sekali rasanya. Tania kelihatan gemas sekali merasakannya.Lalu tangannya beringsut kearah belakang pungungnya, mencoba meraup kejantananku itu.“Hmm.. Kamu mau tahu nggak yang sedang Mas bayangkan..?”, aku berujar pelan.“Hee em..”, Tania mendesah lagi mengiyakan.“Mas membayangkan sedang mencumbumu. Semakin licin, kamu semakin berdenyut, kamu menggelepar pelan..”, aku berkata demikian sambil semakin keras mengocok kejantananku sendiri.Aku meraba-raba kejantananku.




















