“Ya nggak usah dibuka” ujarku, “Aku elus-elus aja ya bagian atasnya pakai punyaku”, bujukku. Siang di hari Sabtu itu terasa panas sekali, tiupan AC mobil yang menerpa langsung ke arahku dan ‘istriku’ kalah dengan radiasi matahari yang tembus melalui kaca-kaca jendela. Bokep Family Ia sudah tidak menyadari apa yang sedang terjadi. Kuteruskan permainan burungku dengan lebih leluasa. Kini ia mulai mengikuti iramaku dengan menggerak-gerakkan pinggulnya. Aku menghentikan cumbuanku sejenak kemudian meminta tamu istimewaku untuk mengambil photo dengan kamera digital yang selalu kami bawa. Akhirnya seluruh berat badanku kuhempaskan ke tubuh mungil itu. Kemudian kuciumi lagi bukit-bukit indah itu, dan kemudian kupermainkan kedua puting susunya dengan lidahku. Kucumbu istriku dari mulai bibir, pipi, leher, dan buah dadanya. Ia hanya mendesah, kadang menarik nafas panjang dan kadang badannya menggelinjang-gelinjang. “Sekarang gantian Rin, kamu yang maen aku yang ngambil photonya”, kata istriku. Kukulum bibir mungilnya, kuciumi pipinya, kugigit-gigit kecil telinganya, kemudian kuciumi lehernya punuh sabar dan telaten.




















