“AAAAAAAAH” teriak Dian sekeras-kerasnya, jauh lebih keras daripada saat dipukuli. Saya baru menyadari belakangan bahwa saya salah bicara. Bokep Japan Keluarga saya hidup pas-pasan, namun syukurlah saya dikarunia dua anak perempuan yang cantik-cantik. Ujung rotan yang agak runcing dan berbelah itu menggores pantat Dian sehingga menimbulkan lecet dan memar. Pokoknya bayar hari ini juga, atau toko lo gua obrak-abrik!”“Jangan, Bos, jangan sekarang, saya janji saya bakal bayar. Gak imbang sama pantatnya!” kata si Botak. Kita emang gak salah pilih!” ujar si Hitam. Sekali lagi gerak, pantat lo kita jebolin!” Dian yang takut mendengar ancaman itu hanya diam saja, sambil mulai menangis. Dengan kasar mereka melucuti pakaian Felia dan melemparnya ke arahku. Nampaknya semuanay ini sudah mereka rencanakan.“Akhirnya kita dapet amoy sombong ini! Kami diwajibkan membayar sejumlah uang sewa setiap bulannya.




















