No info
Berbeda dengan pengalamannya bersama Erick, dengan Emir ia merasa dihargai, dan perasaan itu timbul justru ketika ia sedang memuaskan hasratnya. Bokep Colmek Barangkali karena malu, lama sekali ia di kamar mandi. Tidak lagi semesra dan semanis sebelumnya. Berbeda dengan pengalamannya bersama Erick, dengan Emir ia merasa dihargai, dan perasaan itu timbul justru ketika ia sedang memuaskan hasratnya. Ya pinter-pinternya elu aja.”Daissy merasa dianggap murahan sekali. Dimintanya Daissy untuk menemuinya di Pavilion di sebelah rumah orang-tuanya.Sesuai dengan janjinya, Daissy pun pergi ke tempatnya. Setelah saling bertukar informasi, tiba-tiba Erick bertanya, Katanya sebentar lagi mau kawin ya?” Jawab Daissy singkat, “Iya,” lalu sambungnya lagi, “Ini aku baru aja luluran, dalam rangka itu juga.” Setelah itu Daissy bertanya, “Kenapa memangnya?” Setelah terdiam sejenak Erick melanjutkan, “Kamu masih ingat nggak kejadian di sofa di pavilion tempat tinggal saya.”Tertegun Daissy mendengar pertanyaannya.





















