Billie menciumi leher, tengkuk, telinganya penuh napsu. ja….ngan…”teriakan Diana tak digubris. XNXX Bokep “NO WAY….Ha…ha…ha….I WANT TO FEEL SKIN TO SKIN…ok sekarang saatnya manis… NOW LETS SEE JUST HOW TIGHT YOUR CUNT IS!” Joe mengangkat pinggul Diana tinggi-tinggi. “Kita akan memberimu pengalaman yang tak terlupakan, manis…ha…ha…ha…” bisik Emilo. Melihat pemandangan itu dan terbakar oleh api birahi, para berandal lainnya sambil tertawa terbahak-bahak melihat ketidak berdayaan Diana, mereka meremas-remas penis mereka sendiri. Sementara itu Diana tidak mengetahui kalau dirinya diikuti oleh para berandal sejak sepulang kerja tidak menaruh curiga. “Seratus sembilan puluh enam…..seratus sembilan puluh tujuh….” Semua berandal menyemangati Joe. Lonceng berdentang menunjukkan pukul 21:00. Billie membaca surat yang ditemukannya dimeja rias pinggir ranjang. Buah dadanya dijadikan bual-bualan oleh Emilo. “Uuuuggghhhh……uuuuuhhhh….uuuhhhh….aaauuuhh hhh….” desis Diana dengan napas tersedak-sedak. “Oooohhh….jang…aan…PLEASE!!!!” hiba Diana disela isak tangisnya. Diana lemas karena ketakutan, ia tak berani membayangkan para berandal itu akan ‘menelan tubuhnya ramai-ramai’. Penis itu terus berusaha masuk penuh, Diana bisa merasakan kepala penis yang besar itu berusaha masuk lebih dalam di vaginanya.




















