Kehidupan kami berjalan normal seperti layaknya keluarga bahagia. Bokep Korea “Ini cewek lagi mabuk”, katanya kepada petugas keamanan diskotik yang menanyainya. Lagian kan masih sore.”“Tapi gue udah tidak tahan lagi.”“Gini deh, Mer. Gue kasih elu obat penghilang pusing.”Temanku itu memberikanku tablet yang berwarna putih. Lagian kan masih sore.”“Tapi gue udah tidak tahan lagi.”“Gini deh, Mer. Ia membaringkan tubuhku yang tampak menggeliat-geliat di atas ranjang.Kemudian ia menindih tubuhku yang tergeletak tak berdaya di kasur. Lagian kan masih sore.”“Tapi gue udah tidak tahan lagi.”“Gini deh, Mer. Kita pulang aja yuk.”“Alaa, Mer. Tapi sekonyong-konyong mataku berkunang-kunang. Tidak seperti remaja-remaja pada umumnya, aku tidak pernah pergi keluyuran ke luar rumah tanpa ditemani ayah atau ibu.Namun setelah perceraian itu terjadi, dan aku ikut ibuku yang menikah lagi dua bulan kemudian dengan duda berputra satu, seorang pengusaha restoran yang cukup sukses, aku mulai berani pergi keluar rumah tanpa didampingi salah satu dari orang tuaku.




















