Terlintas juga dalam benak penulis “gadis cantik seperti itu lagi ngapain di muka cafe ? Sebelum pergi Ramah mendekatiku sambil mengatakan “bang Ramah mau pergi, pokonya besok aku hubungi abang, ok bang ?” aku mengiyakannya. Bokep Montok Dia menatapku dengan penuh kasih sayang aku mengkedipkan mata agar Roni berani menyewakan gubuk buat kami. kujawab dengan nada yang ramah dan sopan “aku barusan di hubungi cewek kawan bapak tadi. Kuperhatikan mobil silaki-laki setengah baya yang tadi kutinggalkan di tempat parkir, memang tidak ada. Diperselakan masuk sambil menarik tanganku kedalam, “kok takut-takut masuk donk bang, ngga apa-apa kok”. Dia mengambilnya dan mengeluarkan tipe rekamannya, memutar balik isi kaset. Kupanggil pelayan café untuk membayar minuman. Kuangkat poselku kulihat nomornya sepertinya tidak aku kenal. Semula kedua orang tuaku tidak pernah mempersoalkan hubunganku dengan Roni sampai kami naik kelas tiga.




















