Dark comedy Bebby Moy Ngentot Crot di Mulut: sindiran, moral abu-abu, dan plot kacau. Bokep Colmek Plus: skrip tajam. Minus: humor tidak untuk semua. Untuk rasa khusus. Mulai.
Lala sendiri kelihatan malu-malu waktu aku bengong lihati keadaan payudaranya yang kemerah-merahan itu.Aku angkat pinggang Lala dan kutahan dengan pinggangku yang membelah kedua pangkal pahanya. Introduce my self, nama Iyan, 179cm/68kg, Sunda-Jepang, aku anak band yang lumayan punya jam terbang di cafe-cafe atau Nite Club (yang suka keluyuran ke cafe/nite club pasti tahu bandku deh) di kota ‘S’ sampai sekarang.Waktu itu di ‘B’ (salah satu nama pub di kotaku) setelah menyelesaikan session I di stage, aku dikenalkan dengan partner vocalku yang cewek (aku vocalist di band) dengan temannya yang aku tahu namanya itu Lala. Bukan Iyan namanya kalau mendiamkan cewek dengan posisi tanggung kayak gitu, kuangkat dagunya pakai tangan kanan terus aku mulai cium bibir Lala, ternyata itu bibir tidak reaksi apa-apa. waduuh sorry La.. “La kamu belum pernah French Kiss?” kulepaskan ciumanku. La,” aku berhenti melorotin celana caprinya yang sudah sampai pergelangan kaki itu. “Aku sendiri, siapa?” tanyaku. Gila ternyata masih perawan juga nih payudara belum pernah kesentuh sama sekali (aku kaget karena selama ini



















