August Skye is spending a few days at her wealthy boyfriend’s penthouse and is loving the luxury she’s been able to indulge in so far. Bokep Montok Heated floors, large windows, a warm bathrobe… It’s like she’s on a perpetual vacation. The place even has its own elevator! Who could’ve imagined such opulence? Wearing her silky bathrobe and slippers, August decides to take the elevator down to the main floor. When she exits the elevator, however, she realizes that she accidentally left one of her slippers inside. She crawls back to get it, only to have the doors close on her so that her bare ass and pussy are poking out into the hallway. Oops! Luckily for her, the building’s maintenance man, Seth Gambles, ambles by and spots her. Her luck is short-lived, however, since it turns out that Seth actually doesn’t have the necessary training to tinker with elevators. While they wait for the specialists to arrive, however, Seth is happy to provide August with a little pleasure to make her ‘stuck situation’ more bearable. After all, as a handyman, Seth certainly knows how to get handsy… And right now, August’s perfect ass is too tempting to resist.
“Ehhhh … apa-apaan nih Ryann….?”, ujarku panik.Namun Ryan dengan tenang dan lembut malah menghembuskan nafasnya di balik telingaku dan membisikkan sesuatu yang tidak jelas (mungkin sejenis mantera) lalu menambahkan “Aku mencintaimu Mei Ling”, ujarnya lembut. Pada babak berikut ini, gaya permainannya diubah, sekarang ia melakukan serangan dengan tehnik “Total Foot Ball. Nampaknya Ryan menggunakan sejenis pelet tingkat tinggi yang mampu membuatku tak berdaya dan hanya bisa pasrah menikmati tiap cumbuannya.Makin lama cumbuan Ryan semakin hebat dan herannya aku yang biasanya sangat jijik kepadanya seperti terbangkitkan gairah birahiku, apalagi Ryan tidak hanya mencium pundak, tengkuk dan telingaku saja, namun tangannya juga telah mulai bermain mengusap-usap daerah terlarang milikku.Yah, tangan kiri Ryan telah mengeluarkan kemejaku dari balik celana jeans yang kukenakan dan masuk ke balik celanaku hingga menembus celana dalamku dan mengusap-usap dengan lembut bukit kemaluanku. Lantas dengan segera Ryan menutup pintu dan mengambil kunci mobilku serta menguncinya dari dalam melalui central lock di pintu depan.Aku semakin tidak berdaya dengan usapannya di kemaluanku apalagi dia telah membuka kancing,











