Randy dengan kepala masih menunduk, hanya mengacungkan tangannya menunjukan kartu memori tanda ia berhasil mengamankan foto-foto tak senonoh itu. Bokep indo “jangan kurang ajar kamu, saya ibunya Randy”, jawabku gugup dan panik sekaligus terkesima dengan sorotan tajam matanya. Aku tak mampu berkata-kata lagi selain terus terisak. Entah bagaimana, tanpa diperintah aku mulai mengocok-ngocoknya pelan membuat mereka mulai mengerang. Tenagaku seolah meninggalkanku, dan aku mulai menangis…tapi tunggu dulu, suatu perasaan aneh mulai menghinggapi diriku, ya…perasaan hangat dan…terangsang hebat. Ganti keributan itu berpindah di kamar anakku. “ah, masa ibunya Randy semuda dan secantik ini..jangan becanda deh tante manis”, jawabnya masih menyeringai. “oh…Randy, apa yang kamu lakukan nak?’, tanyaku setengah menangis. Wajahku masih tertutup selimut.Tapi si lelaki tampak tak peduli dengan buas terus menyetubuhiku dari belakang. Dengan licik, ternyata Randy menukar kartu memori itu dengan miliknya yang telah rusak. Randy hanya mengangguk lemah. Sampai akhirnya pria diatas wajahku menarik paksa batang kelaminnya dari mulutku…lalu…splash….splash…splash, semprotan demi semprotan cairan putih kental menyirami wajahku, dan aku hanya terpejam pasrah menerimanya.




















