Cape, malas, tapi lapar akhirnya aku melangkahkan kakiku ke bawah, mencari sesuatu untuk bisa di makan. Hari itu hari valentine, di mana biasanya insan memadu cinta, menyingkirkan duka dan dendam. Bokep Mom Cara dia memegang tanganku seakan-akan dia takut bila aku lepas dan lari meninggalkannya. Dia menggendong tubuhku dan meletakkan di atas ranjangnya. Dia pun melanjutkan lagi,
“Gue Arry, loe siapa namanya?”
Pada saat itu teman-teman yang lain sudah datang mendekati kami, hingga kesempatan itu pun hilang. Tiba-tiba dia diam saja, sambil menatap mataku dia bertanya,
“Na, begini bener tidak?” Hanya ketawa dan ketawa yang mengiringi percintaan kami saat itu.Hubungan kami sangat cepat berkembang. Kami tidak berhenti mengobrol tentang segalanya. Aku menyesal atas kejujuranku. Di mobilku dia mencoba menciumku dengan gaya ciumannya yang mengingatkanku kepada ciuman pertamaku 7 tahun yang lalu. Aku tidak menuntut banyak dari seorang Arry, bahkan ketika aku menceritakan semua yang kualami aku mencoba tidak berharap dia akan bertahan di sisiku.Tetapi setelah dia pergi, rasa sakit itu muncul. Aku seorang diri di rumah setelah sehari sebelumnya merayakan pergantian




















