“Nama yang bagus…”, lanjutnya lalu menciumi pipiku.Pria lain yang memegangiku mulai bersorak, “Amoy yang ini cantik bagai artis…”, kata mereka sambil meraba-raba tubuhku. Mereka membiarkan ku terkapar, dengan penuh muntahan di sekitar wajahku dan mengotori rambutku. Bokepindo Perutku sedikit mual, demamku yang masih tinggi ini tidak membuat mereka prihatin untuk melepaskanku.Pria lain sudah bertindak lebih dari tadi, mereka mulai melepaskan bra dan celana dalamku. Dokter itu geleng-geleng dan menjawab, “Aku seorang dokter, aku menyembuhkan yang sakit, bukan membunuhnya”, jawabnya. “Aku akan ikut kamu selamanya”, aku memberikan sebuah pernyataan yang cukup membuat Alex kaget. Dua kali kuacuhkan akhirnya sms pun masuk, ‘GUE TIDAK PEDULI’. Aku segera membalasnya, ‘Aku ke sana’. “Kok rame?”, tanyaku ketakutan. ***
Tiga puluh menit sudah ku rasa, pria kedua pun mengenjang dan berhasil menyemprotkan spermanya ke dalam vaginaku. “Kok rame?”, tanyaku ketakutan. “Gue maunya semprot dalam sini, hahahaha”, kata pria tadi.Beberapa menit mereka mengocokkan jarinya di dalam vaginaku, hingga pria yang pertama ku sepong meminta jaah terlebih dahulu untuk menyodok vaginaku.




















