Marah yaa? Tomo masih menindihku dan mulai menciumi punggungku.“Hhhmm.. Bokep indo tidak ada satupun yang boleh menyentuhmu tanpa seizin-ku.”
Tomo memeluk tubuhku yang kecil dengan erat.“Ya Tomo..aku adalah milikmu. kamu semakin cantik.”Teman-teman perempuanku juga berdecak kagum melihat penampilanku saat itu.“Kamu cantik ya Maria? Tapi, dia juga bersikap disiplin. Enam bulan pun berlalu. pilihanku memang selalu tepat”, gumamnya.Aku memilih untuk diam. Tomo sangatlah baik padaku. Rasa takut dan kesepian menyerang hati dan pikiranku. Dia memandangiku yang masih berlinang air mata. Tomo melepaskan kemejanya dan celananya, masih memandangiku. Aku nggak marah kok. Aku memekik dan mulai menangis.“Eriik!! Permainan berakhir.Tapi aku masih mematung di depan kamarnya, memperhatikan Tomo dari sebelah pintu yang sedikit terbuka. Dengan posisi membungkuk, dia mengamati wajahku dengan teliti. Apa kau kenal dengan anak ini?”, tanyanya.“Tidak”, Tomo masih memandangiku sambil memegang mukaku, seolah-olah aku tidak bernyawa.“Sempurna” katanya dingin.“Seperti boneka..”Aku yakin sekali dia bergumam [“..boneka yang aku idam-idamkan”]Lalu dia melepaskan wajahku dan langsung meninggalkanku begitu saja.Sehari setelah kunjungan itu, Tomo bersama temannya itu kembali mengunjungi yayasan, untuk mengadopsi diriku.“Halo..




















