Sejak itu, selama sebulan, kami mengulangi perbuatan yg sama setiap Bram harus ke Jakarta. Saya terlonjak kaget dan tetap tak mampu berkata-kata. Bokep JAV Wajahnya meringis menahan sakit sambil terus mendorong tubuh bagian bawah saya agar perlahan terus masuk. Hal serupa juga terjadi pada Bram . Saya dan Dena kerap hanya berciuman dan berpelukan jika dirumah, demikian pula dengan Bram dan Nissa . Semakin panas permainan kami ini sampai akhirnya kami membuka seluruh pakaian kami dan saling memberikan senyuman. Bram lah yg paling beruntung diantara kami. Ternyata hukuman seperti ini sangat efektif karena sejak saat itu pula kami selalu bersama. IP kami yg selalu mirip, kisarannya sekitar 2,7-2,8. lehernya habis saya ciumi dan saya jilati. Bram mendapat kamar di lantai dua sedang saya dilantai satu. Walaupun sambil menahan sakit, Nissa terlihat sangat menikmati permainan kami tersebut. Sangatlah menyesal jika apa yg menjadi impiannya harus lepas walaupun sudah berada di depan mata. Saya hanya tercenung mendengar ucapannya.




















