“Mbak lebih baik duduk di dalam mobil, daripada kebasahan kena hujan gini…” Saranku padanya. Bokeb “Kenapa tidak telepon asuransi atau tukang derek aja, mbak?” Kataku seraya tetap berfokus pada mesin mobilnya.“Maunya sih gitu, namun handphone saya mati semua, Mas. Terasa hangat, licin dan powerful menghisap penisku. Rumahnya yang besar, hujan deras yang pulang turun, sudah tentu tidak bakal ada tetangga yang mendengar teriakan nikmat Gisell. Tidak terdapat sedikitpun unsur yang terlewat dari hisapan dan jilatan lidahnya. Sudah dipinjamkan handphone saja sudah lumayan kok.”
“Gapapa kok, mbak. Hal tersebut justru semakin menambah gairahku guna menyetubuhinya.Kali ini ku masukan kedua jariku, perlahan ku mainkan lubang kesenangan Gisell. Penisku memang terbilang besar dan panjang, Gisell pun mengerang kecil ketika mendapatkan tersebut di dalam vaginanya guna kesatu kali.Selang sejumlah detik, Gisell menggerakan pinggulnya ke depan dan belakang. Gisell memasangkan kondom di penisku, kemudian ia mengolah posisi diatasku.




















