Marah yaa? Bokep Crot Sepuluh menit setelah itu, Erik terlihat kejang sesaat sambil mengerang tertahan. Tanpa sadar, pipiku sudah dibasahi oleh air mata. Hanya sisa-sisa gaunku-lah yang masih menyembunyikan bagian-bagian tubuhku sedikit. “Mulai saat ini, aku-lah yang akan merawat dan mengurus Maria. Aku tidak akan pernah membencimu Maria..”
Pelukan Erik semakin erat. Erik melanjutkan ciumannya ke leher dan menggigitnya sedikit, remasan tangannya di payudaraku makin kuat. Sara melirik ke arah Erik yang sedang duduk di meja pojok bersama Tomi. Beruntung sekali kamu punya ayah angkat seperti Erik..”
Kata Sara, teman baikku sambil tertawa meledek. Erik kembali menciumiku, kali ini dia meremas payudaraku sambil menghisapnya. tidaak!!” aku sangat malu melakukan posisi itu.Tetapi Erik tidak peduli dan melanjutkan kembali permainannya. Kenapa katamu?! Tak lama, aku pun tertidur lelap.Hari ini adalah ulang tahunku yang ke-14. Kehadiran mereka membuatku setidaknya “lupa” akan kemalangan yang baru saja menimpaku. Kita akan kedatangan seseorang yang sangat istimewa”, katanya sambil tersenyum hangat.




















