Eksanti meminta maaf kepadaku, menyadari kalau aku kecewa dengan pernyataannya. Bokeb Dia tampak terkejut ketika mendapatkan kejantananku yang tanpa penutup lagi. Aku tidak tinggal diam, aku membalas menyabuni sekujur tubuh Eksanti. Mestinya aku tidak perlu memohon kepadanya karena saat itupun aku sudah membelai dan meremas-remas payudaranya. Eksanti membalas pelukanku dengan melingkarkan tangannya di pundakku. dan sesekali bergoyang untuk menetralisir ketegangan yang dialaminya.“Mas, nanti kita terlalu jauh, Mas..”, ujarnya perlahan sambil menatap sayu ke arahku. Mulutnya terbuka perlahan menerima lidahku. Soalnya dalam pikiranku saat itu cuma ada khayalan-khayalan untuk bercinta dengannya. aku merasa kecewa sekali.Di dalam kamar mandi, aku lama terdiam. Eksanti masih sibuk membereskan pakaian-pakaian yang bertebaran di atas sandaran kursi sofa. Aku memandang nakal ke arah payudaranya sambil tersenyum. Aku melumat bibir Eksanti sambil perlahan-lahan menarik batang kejantananku,.. “Bagaimanapun juga khusus untuk yang satu ini, Santi tidak dapat memberikan buat Mas lagi.




















