“Yang laki-laki tadi ayhamu..” Tanya Rian yang membuat terkejut. Pipis yang sangat enak. Bokep Asia di sini ajah..” Aku pun terdiam. Sudah dalam keadaan bertelanjang tidak sehelai benang pun yang menempel dubuh nya. Namun aku tidak memperdulikan, karna aku memang bebas lepas tampa ikatan apapun dari orang tuaku maupun dari pacarku Rian.Memang seminggu sebelumnya. Si om-om itu tidak kehabisan akal, di dekapnya kedua kaki ibu ku dengan kedua tangan nya, sehingga membuat ibu ku tidak lagi bergelinjang.“Maaass….eeenakk…ahh… geli maass… ssst..” Ibu mendesah dengan muka menoleh kearah om-om itu. Suara menggerung seperti anak motor atau seperti motor yang kurang di rawat, tentu sangat bising di dengarnya.Tak beberapa lama Ia pun melaju dengan roda duanya. Aku terus memainkan selangkanganku dengan irama cepat.Aku rasakan sebentar lagi aku akan pipis. makin penasaran aku dengan mereka, apa yang mereka perbuat dengan begitu, maklum aku belum pernah mengetahui apa yang mereka perbuat.Sedikit aku pejamkan mata, rasa takut dan penasaran, menyelimutiku.










