Nick meraih Nokia-nya. Bokep Ojol Nick dan Susan keluar terakhir, berusaha agar tidak terdorong masuk kembali oleh kelompok yang hendak memasuki lift. Terasa oleh Nick betapa lidahnya di hisap kuat, lidah Susan menari di langit-langit mulutnya menimbulkan rasa geli yang nikmat.Ia mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur, menerobos kewanitaan Susan berulang-ulang.Pinggul Susan bergerak mengimbangi tusukan-tusukan Nick dengan otomatis. Betapa jahatnya dia terhadap Susan. Tidak Nick, kau tidak mengerti, jerit Tessa dalam hati. Nick sendiri telah kehilangan bajunya, dan sekarang tangan Susan sedang menyelesaikan pekerjaannya membuka ikat pinggang Nick yang tadi tertunda di lantai disko.Tiba-tiba bayangan Tessa yang digerayangi oleh partnernya melintas kembali. Tessa melihat ekspresi wajah Nick.Ada kemarahan di mata Nick. Mabuk oleh minuman keras dan oleh nafsunya sendiri.Sebenarnya Nick juga tidak lebih baik keadaannya, kejantannya terasa sakit karena tidak bisa berdiri dengan leluasa.Kepalanya makin ringan, berputaran, jantungnya masih berdenyut keras, tetapi Ia memaksakan kakinya kembali ke Bar di lantai atas untuk berpamitan dengan Andre yang berkumpul dengan teman-temannya yang lain di sebuah reserved table.“Guys, gue cabut dulu, ada










