Aku langsung saja melepaskan semua pakaian termasuk CD-ku dan baru saja aku melepas CD-ku,langsung saja aku diterkam oleh Nining dan kembali kami berciuman sambil kubimbing dia ke tempat tidur dan kutidurkan telentang.“Ayoo…, Paak…”, kembali Nining berbisik di telingaku,
“Ning…, sudah…, tidak tahaan…, paak”. Bokep Pada mulanya, di wajah Pak Tris kulihat ada perasaan kurang senang, tetapi setelah kuberikan penjelasan dan kuberitahu besar uang pesangonnya, Pak Tris dengan wajah berseri malah berbalik bertanya,“Paak…, kapan uang pesangonnya bisa diambil…, saya mau gunakan untuk kebun saya ini dan ditabung”.Aku jadi lega bisa menyelesaikan masalah ini dan sekaligus dapat vagina istrinya bu Risma dan anaknya Nining.Siangnya kami kembali ke Indramayu dan sesampainya di rumah mereka, Pak Tris mengatakan,“Paak…, jangan kapok…, ya paak”, dan kujawab,
“Paak…, pokoknya kalau Pak Tris ajak lagi…, saya akan ikut”, sambil aku melihat bu Risma yang tersenyum penuh arti. “Aahh…, bapak ini…, kok sepertinya…, belum pernah melihat seperti itu saja”, sahut bu Risma yang masih berdiri di dekatku dan mencubit tanganku.




















