Nafasnya juga mulai cepat dan berat. “Om enak banget indomi bikinan om, kalo dirumah bikinan pembokat gak seenak bikinan om”. Indo bokep Tanganku terus menjalar ke atas ke pinggangnya. Badannya mengejang dan memeknya kembali berlendir.“Om nikmat banget deh malem ini”, katanya. “Ih manjanya”. “Aaaduuuuuhh. Aku makin intens mengenjotkan kontolku. “Ya deh, nanti aku tunggu kamu disini ya, aku sms kamu deh kalo dah sampe”. aku tinggal memakai celana panjangnya saja. Kujilat bibir memeknya, rasa menggelitik yang luar biasa menyerang tubuh Ayu. “Yu toket kamu besar ya, sering diremes ya”, bisikku. “Om, dah waktunya pulang, sedih ya, tapi Ayu besok mesti sekolah lagi, pengen nangis deh om”.“Jangan nangis sayang, masi banyak waktu laen kok buat kita berdua”, aku menenangkan diri. Tanganku mulai main, menjalari pahanya. Karen aku pernah kerja sebagai EO. Ayu tetep saja melihat takjub pada kontolku yang begitu besar dan berurat, “Om, Ayu belum pernah melihat kontol sebesar dan sepanjang kontol om”.Ayupun pelan-pelan meraih kontolku, tangannya tak muat menggenggamnya.










