Jadi budak sexmu pun… saya bahagia…”
“Huusssss…. Bokep Mom Ia melangkah, mengitari ranjang. Memuaskan Kak Edo, tuanku. Menarik sprei dan melepas sarung bantal. Kak Edo mendorong maju. Benihnya, keluar lagi semua. Ia menatapku dengan bingung. Aku mengerti. “Saya tetap saja begini, tuan. Aku mencintai kamu.”
“Tapi… nanti akan kembali ke amerika dan… dan saya masih di sini….”
“Kuliah itu paling lama hanya dua tahun lagi. Aku mens semalam, dan sekarang semuanya jadi kotor. Apapun juga, asalkan Tuanku suka. Lega, rasanya lega sekali. Saya mengerti kalau nanti Kakak harus pergi. Tertanam dalam, karena sedetik kemudian sekali lagi kunikmati denyut-denyut dan semburan di deoan mulut rahimkuAku terbenam dalam pelukannya, jatuh kelelahan dalam dekapannya. Menerobos. Aku merasa vaginaku sakit, ngilu, dan bahagia.Mungkin, begini rasanya pengantin baru. Walau aku hanya budak. Tapi sekarang, kalau boleh saya ingin melayani Kakak…” Aku mengangkat wajah.Menatap wajah tampan itu, menjadi Arjunaku dalam hidup. Pahaku terlipat menempel betis. Ia melangkah, mengitari ranjang. Aku sungguh mau menjadi budaknya.“Haaahhhhh…. Saya hanya pembantu. Sungguh.” Aku menggelengkan kepala.










