“Hei, apa-apaan kamu Jack! “Bang Jack, aku kan belum mengucapkan terimakasih”, katanya sambil memelukku. Bokep indo “Udahlah, pusing aku bila ingat itu, kenapa yach kita tak terlahir satu ras jadi kita bisa…”
Aku langsung menyumbat mulutnya sambil membelai halus puting di dadanya. Perlahan kembali kutelentangkan tubuh moleknya yang telah bermandi keringat dan air liurku. Pakaiannya yang masih basah lekat mempertontonkan kemolekan tubuhnya. Penasaran? Aku keheranan mendengar sumpahnya tersebut. Kami segera larut dalam suasana, meskipun aku masih mencoba menahan diri. Selangkangannya kembali basah oleh curahan air birahi dari vaginanya yang harum.“Bang, begini aja ya.. Tak pelak lagi, jemariku belepotan terkena percikan air birahi yang tersembur dari selangkangannya itu.Kami segera menghentikan aktifitas kami ketika Mami kemudian muncul dan terkejut melihat keranjang pakaian yang masih tergolek di tepi sungai tanpa melihat keberadaan kami. Dengan tersenyum penuh kepuasan, A Sui masih berusaha menikmati sisa-sisa denyutan rudalku yang masih berdenyut memompakan peluru yang tersisa.“Aahh.., betapa nikmatnya sensasi denyutan rudalmu, Bang Jack, please jangan dicabut dahulu, please honey..”,ujarnya sambil melumat bibirku yang kelelahan.




















