“Dasar mak lampir.” gerutuku.“Upss!” aku yang keceplosan langsung buru-buru menutup mulutku.“Kamu tadi bilang apa Bram barusan?” tanyanya padaku sambil tersenyum manis kepadaku namun auranya terlihat sangat menyeramkan.“Eng… Enggak Nit aku gak bilang apa-apa kok.” jawabku ketakutan.“Kamu tadi bilang aku kayak mak lampir kan.” Serunya dengan mata melotot menatap tajam kearahku. Bokep Japan Mikir…. “Nah kebetulan aku punya 2 tiket. Sambil memejamkan mata aku mencoba mengingat-ingat kembali wanita yang ada dalam mimpiku itu.Di hadapanku kini ada seorang wanita yang sedang berdiri membelakangiku. Nih sekarang minum air putih dulu biar sehat! Aku juga bentar lagi mau balik.” sahut Nina sambil tersenyum kearahku. Aku bagaikan setangkai mawar yang dikelilingi banyak kupu-kupu. walaupun tidak bisa memacari mereka, setidaknya bisa mendapat lirikannya.Kalau sudah punya wajah pas-pasan, otak tetap pentium dua, penampilan awut-awutan, badan bau apek, yeah apa yang bisa diandalkan? Ini Bram, Bunda suruh pulang untuk nganterin koper ke kantor Papanya.”“Nita, entar sore aja Bun, berangkat sendiri ke rumah Bunda.




















