Malam semakin gelap saat aku menempuh perjalanan pulang dari Pekalongan dengan mengendarai mobil kantor. Bokep Montok Ketika jariku semakin cepat dan lidahku semakin liar, Santi pun mulai menegang dan gelisah. Ya udah, aku pilih satu ya. Dia terkejut ketika pantatnya menyenggol sesuatu yang sudah mengeras dari tadi. Di tengahnya terdapai dipan yang tertutup oleh kasur dan dilapisi seprai. Sampai akhirnya dia menjerit dengan sedikit tertahan,“Akhhhhhh… A’… Ayuk terus… Santi sebentar lagi sampai… Ahhhh…”Mendengar permintaannya, aku pun semakin menggila, dan kemudian dia menggelinjang. Akibat ulahku itu terkadang dia sedikit mengerang namun tertahan. Mulutnya yang mungil itu terlihat penuh oleh batangku yang memang terbilang di atas rata-rata. Disudut ruangan ada meja dan bangku kecil yang didepannya tergantung sebuah kaca. Memakai baju terusan bermotif batik dengan model babby doll. Usianya yang masih belia semakin mambuat penasaran orang yang melihatnya. Aku pun segera membelokkan mobil dan kuparkir tepat di depan rumah itu.Di terasnya kulihat sedang duduk 4 orang wanita dengan pakaian yang cukup sexy.




















