“Ah..nggak apa mas. Bokep Indo Live Sehabis makan malam, aku melanjutkan mengerjakan proyek dari klienku. Memang kalau mau barang bagus ada harga yang harus dibayar. Kusibakkan celana dalamnya, dan kuarahkan penisku ke dalam liang nikmatnya.“Pelan-pelan ya mas..” desahnya perlahan. Sambil menikmati pesanan masing-masing, kami berbincang-bincang. Buah dadanya tampak menonjol ranum di balik kaos ketat yang dipakainya. Pantatnya yang montok terlihat sangat merangsang. Puting payudaranya juga telah mengeras karena jilatan lidahku. Kuantar mereka kembali ke mal tempat aku bertemu dengan mereka. Jangan kelihatan mukanya lho” kataku. Aku biasa dipanggil Wawan. Dia tersenyum lagi menambah manis wajahnya yang berbibir tipis itu. “Mau ngajak kemana ?” tanyanya
“Jalan-jalan aja” sahutku. “Iya..kita berdua aja dibuat kewalahan…”sahut Felisha sambil mengusap-usap dadaku.“Habis kalian cantik-cantik sih. Udah nggak usah” tolakku. Memang rencananya kalau ada film yang bagus aku ingin nonton untuk refreshing sebelum memulai mengerjakan proyekku lagi nanti malam.Saat memasuki lobby, setelah melewati lorong yang dipergunakan untuk bermain video-game, kulihat seorang gadis manis sedang duduk sendiri sambil memainkan handphonenya.




















