Vita kembali terkejut, tapi mungkin sduah terlanjur nafsu maka dia membiarkan tanganku menggerayangi toketnya, sambil bibir kami saling melumat. Bokep Tante Kami berdua memang sedang dimabuk cinta. Jantungku derdegup kencang. Genjotanku agak kupercepat dan Vita mendesang panjang.“Aouugghhh…Fajar terus sayang….aahhh”Kontolku terasa seperti dipijit saat di dalam memek Vita. Dia mulai mencium kepala kontolku, lalu menjilatinya degan lembut. Sedangkan aku selama ini mendapat ilmu porno dari film yang sering kutonton. Setelah pelanggan itu mendapat barang yang dia inginkan dan membayar, akupun kembali ke dekat kasir.“Biasanya kalau jam segini masih sepi, tapi nanti sekitar jam 3 sore baru ramai”“ooh..gitu ya mbak” kataku sambil mengangguk.Vita orangnya asyik diajak ngobrol, setiap omangan pasti dia nyambung, baru kali ini aku berjumpa dengan gadis seperti ini.“Mbak Vita sudah punya pacar,,,hehehhee” tanyaku penasaran.“Jangan panggil mbak donk kita kan seumuran, panggil aja Vita”“Ohh maaf mbak..eh maksudku Vit…hehhee…Oya pertanyaanku belum kamu jawab”“Belum punya, kalau kamu” kata Vita balik Tanya.“Aku juga belum punya”“Berarti kita sama-sama jomblo donk…hahahhaa” katanya sambil tertawa kecil.Akupun tersenyum, rasanya aku ingin berkata“Kamu mau gak jadi




















