Dia menjerang air di sebuah teko kecil, sambil mengambil coklat di kitchen set, dekat dengan ruang cucian. I really need that, pikirnya.Patty tidak terlalu peduli dengan baju yang dikenakannya. Bokeb Tangannya menyelip saja di dalam hotpants. Dia merasakan hembusan nafas Bram yang begitu dekat, ada di belakang lehernya. Warnanya biru.Gitu aja kok harus nanya sih non. Ketika Sisca keluar dari mobil, kaki kirinya melangkah pelan keluar dari mobil. Bu Patty mendesah, dengus nafasnya semakin cepat, seperti halnya Bram.Dua tubuh itu bergerak semakin cepat. Dada bu Patty bisa dibilang istimewa, besar, tampak padat, dan Bram tidak pernah melewatkan kesempatan untuk mengamatinya, baik ketika di mobil ataupun di rumah.Pernah Suatu kali ketika Bram mengantar bu Patty ke sebuah pesta, bu Patty mengenakan busana malam warna hitam dengan dengan belahan yang sangat rendah, memperlihatkan hampir seluruh bulatan dadanya.










